Nov 04, 2026
World

WASHINGTON — Media Global Soroti Efektivitas Perang Melawan Terorisme Pascaperistiwa 9/11

Dua puluh lima tahun pascatragedi 11 September 2001, media internasional kembali membuka diskursus mendalam mengenai efektivitas serta dampak jangka panjan

WASHINGTON — Media Global Soroti Efektivitas Perang Melawan Terorisme Pascaperistiwa 9/11

Dua puluh lima tahun pascatragedi 11 September 2001, media internasional kembali membuka diskursus mendalam mengenai efektivitas serta dampak jangka panjang dari "War on Terror" (Perang Melawan Teror) yang diprakarsai oleh Amerika Serikat. Evaluasi kritis mengemuka di berbagai tajuk rencana global, mempertanyakan apakah operasi militer berskala masif selama lebih dari dua dekade tersebut benar-benar mencapai tujuannya atau justru membuat Washington terjerumus ke dalam perang asimetris berkepanjangan.

Kronologi dan Jejak Operasi Militer Amerika Serikat

Sejak deklarasi perang terhadap terorisme global diumumkan, peta geopolitik dan stabilitas kawasan Timur Tengah mengalami pergeseran dramatis melalui sejumlah fase utama berikut:

  1. Oktober 2001: Amerika Serikat bersama koalisi internasional melancarkan Operasi Enduring Freedom di Afghanistan guna menumbangkan rezim Taliban dan memburu pemimpin Al-Qaeda.
  2. Maret 2003: Invasi militer ke Irak dimulai atas klaim kepemilikan senjata pemusnah massal, membuka front baru yang memicu instabilitas regional berkepanjangan.
  3. Mei 2011: Pemimpin tertinggi Al-Qaeda, Osama bin Laden, tewas dalam operasi militer khusus AS di Abbottabad, Pakistan.
  4. Agustus 2021: Pasukan AS resmi ditarik sepenuhnya dari Afghanistan, yang berujung pada kembalinya Taliban memegang kendali pemerintahan di Kabul.

Debat Strategis: Keberhasilan Taktis versus Beban Geopolitik

Laporan pers internasional menyoroti bahwa kendati AS berhasil melumpuhkan struktur kepemimpinan inti kelompok teroris melalui keunggulan teknologi intelijen dan serangan presisi, biaya perang yang ditimbulkan dinilai sangat masif. Berbagai analis menilai Washington menanggung beban strategis yang luar biasa besar:

  • Beban Anggaran: Pengeluaran militer dan operasional global menelan biaya triliunan dolar Amerika Serikat.
  • Korban Kemanusiaan: Ratusan ribu warga sipil serta ribuan personel militer kehilangan nyawa di berbagai medan konflik.
  • Proliferasi Kelompok Ekstremis: Munculnya faksi-faksi baru yang memperluas ancaman terorisme ke kawasan Afrika Barat dan Asia Selatan.
"Kemenangan taktis dalam operasi militer sering kali tidak berbanding lurus dengan stabilitas politik jangka panjang. Beban finansial dan kekosongan kekuasaan regional justru menjadi celah strategis baru," tulis ulasan pers internasional terkemuka.

Isu Internasional Lainnya: Skandal Politik Prancis dan Terobosan Ilmiah

Selain ulasan mengenai keamanan global, media dunia juga menyoroti ketegangan politik di Prancis. Partai sayap kanan National Rally berupaya keras menjauhkan diri dari kontroversi setelah salah satu pejabat keamanannya—yang juga bertugas sebagai perwira polisi aktif—terekam melontarkan pernyataan rasis secara terbuka saat bertugas.

Sementara itu di bidang sains, komunitas paleontologi internasional mempublikasikan temuan penting terkait fosil bulu purba. Temuan struktur mikro pada fosil tersebut memberikan wawasan ilmiah baru mengenai faktor adaptasi biologis dan ketahanan termal yang memungkinkan nenek moyang burung modern selamat dari dampak tabrakan asteroid dahsyat yang memusnahkan dinosaurus pada jutaan tahun silam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User

Recommended Posts

Popular Tags

Voting Poll