Nov 04, 2026
World

Serangan Rudal Rusia Tewaskan 12 Orang di Kyiv

Serangan udara besar-besaran Rusia menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya di ibu kota Ukraina, Kyiv, Selasa dini hari (2/9). Serangan i

Serangan Rudal Rusia Tewaskan 12 Orang di Kyiv

Serangan udara besar-besaran Rusia menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya di ibu kota Ukraina, Kyiv, Selasa dini hari (2/9). Serangan ini menandai hari keenam berturut-turut Rusia melancarkan gelombang serangan udara ke kota terpadat di Ukraina tersebut, memperparah krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung sejak invasi skala penuh dimulai pada 2022.

Menurut laporan dari militer Ukraina, serangan tersebut melibatkan kombinasi rudal jelajah, rudal balistik, dan drone serangan (kamikaze) yang ditembakkan dari berbagai arah secara bersamaan. Pertahanan udara Ukraina berhasil mencegat sebagian besar proyektil, namun puing-puing dan pecahan rudal yang jatuh di kawasan pemukiman menyebabkan kerusakan fatal pada sejumlah bangunan sipil.

Kronologi Serangan

Serangan dimulai sekitar pukul 02.00 waktu setempat ketika sistem peringatan udara Kyiv berbunyi. Militer Ukraina melaporkan deteksi gelombang pertama drone Shahed dari arah selatan dan timur. Tidak lama kemudian, gelombang kedua berupa rudal jelajah Kh-101 ditembakkan dari pesawat pembom strategis Tu-95MS yang terbang di wilayah udara Rusia.

  1. 02.00 — Alarm udara Kyiv berbunyi; drone serangan terdeteksi dari arah Laut Hitam
  2. 02.25 — Rudal jelajah diluncurkan dari arah utara melalui wilayah Belarus
  3. 02.40 — Ledakan pertama terdengar di distrik Shevchenkivskyi
  4. 03.00 — Pertahanan udara Ukraina aktif mencegat proyektil di langit Kyiv
  5. 03.15 — Beberapa puing jatuh di kawasan pemukiman padat penduduk

Korban Jiwa dan Kerusakan

Pihak berwenang Ukraina mengonfirmasi bahwa 12 orang tewas akibat serangan tersebut, termasuk seorang anak berusia 8 tahun. Lebih dari 40 orang mengalami luka-luka, dengan 12 di antaranya dalam kondisi kritis. Jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah karena proses evakuasi dan pencarian di bawah reruntuhan masih berlangsung.

Target SeranganJumlah Rudal/DroneTerkonfirmasi
Rudal Balistik (Iskander-M)12 unit9 dicegat
Rudal Jelajah (Kh-101)18 unit14 dicegat
Drone Shahed30 unit25 dicegat
Total60 unit48 dicegat

Kepala Administrasi Militer Kyiv, Serhiy Popko, menjelaskan bahwa serangan ini merupakan salah satu yang paling intensif sejak awal tahun. "Musuh menggunakan taktik serangan gelombang yang dirancang untuk kelelahan pertahanan udara kami. Mereka meluncurkan drone untuk memaksa kami menggunakan peluru, lalu rudal balistik ditembakkan saat sistem kami dalam proses reload," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Eskalasi di Tengah Kebuntuan Medan Perang

Analisis militer mencatat bahwa intensifikasi serangan udara Rusia terjadi di tengah perlambatan kemajuan darat. Pasukan Rusia yang sebelumnya membuat kemajuan signifikan di sektor timur dan selatan menghadapi perlawanan sengit dari militer Ukraina yang sudah memperkuat lini pertahanan dengan bantuan senjata Barat.

Aleksandr Kovalenko, analis militer Ukraina, menilai bahwa Rusia beralih ke strategi teror udara karena kesulitan mencapai kemenangan di medan tempur. "Rusia menyadari bahwa perang darat sudah mencapai titik jenuh. Mereka berharap dengan menghancurkan infrastruktur sipil dan menimbulkan korban jiwa, tekanan psikologis akan memaksa Ukraina bernegosiasi dari posisi lemah," katanya.

Serangan ini juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik internasional. Amerika Serikat dan sekutu Eropa tengah membahas paket bantuan pertahanan baru untuk Ukraina, sementara Rusia meningkatkan produksi senjatanya dengan bantuan teknologi dari negara-negara mitra.

Dampak terhadap Warga Sipil

Warga Kyiv mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas eskalasi serangan yang terus berlanjut. Olena, seorang ibu dua anak yang tinggal di distrik Solomianskyi, menceritakan pengalamannya. "Kami sudah terbiasa dengan alarm udara, tapi enam hari berturut-turut dengan intensitas seperti ini... anak-anak saya tidak bisa tidur. Mereka menangis setiap kali mendengar suara," ujarnya kepada media lokal.

Layanan darurat Ukraina melaporkan bahwa sebagian besar korban jiwa berada di luar tempat perlindungan saat serangan terjadi. Beberapa penduduk mengaku sudah kelelahan dan mengabaikan peringatan karena serangan terlalu sering terjadi. Situasi ini menjadi dilema bagi pihak berwenang yang terus mendesak warga untuk berlindung di shelter setiap kali alarm berbunyi.

Respons Internasional

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan tersebut dan meminta sekutu Barat mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara canggih. "Setiap hari penundaan berarti nyawa warga sipil yang hilang. Dunia harus melihat apa yang dilakukan Rusia terhadap rakyat kami," tulis Zelensky di media sosial.

Uni Eropa dan PBB juga mengutuk serangan tersebut. Komisi Eropa menyatakan kesiapan untuk memberikan bantuan kemanusiaan tambahan, sementara Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan penghentian segera serangan terhadap target sipil. Namun, hingga saat ini belum ada sinyal bahwa Moskow akan mengurangi intensitas serangan udaranya.

Situasi di Kyiv saat ini tetap tegang meskipun serangan telah mereda. Pihak berwenang terus memantau potensi gelombang baru dan memperketat sistem pertahanan udara. Bagi warga Kyiv, setiap malam kini menjadi ujian kesabaran dan keberanian yang tak kunjung berakhir.

🔴 Serangan berlangsung selama 2 jam mulai pukul 02.00 waktu setempat 🔴 60 unit rudal dan drone diluncurkan ke berbagai distrik 🔴 48 proyektil berhasil dicegat pertahanan udara Ukraina 🔴 Korban termasuk anak berusia 8 tahun Baca kronologi lengkap dan analisis militer di artikel ini. [link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User