Robert Pattinson Sebut Batmannya Sulit Hidup di DCU James Gunn

GOTHAM VERSI WATFORD — Selama empat tahun terakhir, penonton menunggu satu momen yang tampaknya tak pernah datang: sosok Bruce Wayne yang diperankan Robert

Robert Pattinson Sebut Batmannya Sulit Hidup di DCU James Gunn

GOTHAM VERSI WATFORD — Selama empat tahun terakhir, penonton menunggu satu momen yang tampaknya tak pernah datang: sosok Bruce Wayne yang diperankan Robert Pattinson berjalan ke dalam dunia yang sama dengan Superman karya James Gunn. Kini, aktor berusia 40 tahun itu sendiri yang menutup pintu spekulasi tersebut dengan kalimat singkat namun tegas.

Dalam wawancara bersama LADbible yang dilakukan menjelang peluncuran film Primetime, Pattinson diminta membayangkan bagaimana Batman-nya akan berdiri di samping karakter-karakter DC Universe, termasuk Jimmy Olsen yang diperankan Skyler Gisondo. Ia bercanda bahwa cara terbaik adalah "membuat karakter lain menjadi lebih serius." Namun begitu pertanyaan diarahkan pada kemungkinan silang dunia, nada bicaranya berubah.

"Saya kira akan cukup sulit untuk menempatkan versi Bruce ini di luar dunia tersebut," ujar Pattinson. "Ini salah satu dari sedikit karakter yang, karena panjangnya proses syuting, juga karena gaya pembuatannya sangat khas, nadanya meresap ke dalam diri Anda."

Delapan Bulan dalam Kegelapan

Bagi Pattinson, kesulitan itu bukan sekadar perbedaan selera naratif, melainkan pengalaman fisik yang membekas. Ia mengenang set Gotham yang dibangun di Watford, Inggris, tempat ia menghabiskan sekitar delapan bulan tanpa mengenal cahaya.

"Saya terus berada dalam kegelapan, sepanjang waktu," katanya. "Baik secara suasana hati maupun secara cahaya, saya tidak bisa melihat apa pun selama berminggu-minggu. Itu memengaruhi Anda — Anda merasa aneh setelahnya."

Perasaan itu, menurutnya, bertahan jauh setelah kamera berhenti merekam. Ia bahkan mengaku sempat kesulitan menjaga kesehatan mental selama produksi berlangsung, dan menggambarkan pengalaman itu sebagai sesuatu yang "tidak memiliki persepsi tentang koneksi apa pun dengan dunia luar."

Dua Gotham, Dua Semesta

Kesenjangan nada bicara inilah yang sejak awal menjadi inti perdebatan seputar Pattinson sejak Gunn dan Peter Safran meluncurkan DCU baru. Film The Batman beserta serial spin-off The Penguin selama ini diperlakukan sebagai bagian dari kontinuitas terpisah bernama Elseworlds, sementara DCU membangun Batman-nya sendiri melalui proyek The Brave and the Bold yang disutradarai Andy Muschietti.

Gunn sebelumnya pernah mengonfirmasi bahwa ia sempat mempertimbangkan membawa Pattinson ke semesta utama, namun tetap menegaskan komitmen DC untuk mempertahankan cerita Elseworlds. Reeves pun pernah menyatakan bahwa keputusan akhir bergantung pada apakah integrasi kedua dunia masuk akal bagi cerita yang ia bangun. Ia menyebut film Batman-nya sebagai "Epic Crime Saga" dan ingin mempertahankan kebebasan bercerita di luar jalur utama DCU.

Reeves juga konsisten memilih pendekatan realistis, bahkan ketika menghadirkan karakter fantastis seperti Mr Freeze. Pendekatan itulah yang membedakan dunianya dari proyek-proyek DCU yang lebih terang dan penuh warna.

Jadwal yang Terus Bergeser

Sementara itu, Pattinson masih terikat pada Gotham ciptaan Reeves. The Batman: Part II saat ini tengah menjalani masa produksi setelah mengalami sejumlah penundaan. Gunn mengumumkan bahwa naskah sekuelnya selesai pada Juli lalu, dan surat kepada pemegang saham Warner Bros. Discovery mengonfirmasi syuting dimulai pada musim semi.

Warner Bros. kemudian menggeser tanggal rilis film tersebut ke 18 Februari 2028, sementara Reeves terus menggoda penonton dengan cuplikan uji kamera Pattinson mengenakan kostum. Di sisi lain, Gunn baru menyelesaikan syuting sekuel Superman berjudul Man of Tomorrow, bergabung dengan Superman (2025), Supergirl (2026), dan Clayface yang tayang perdana pada 23 Oktober.

Bagi penggemar, ini berarti satu hal yang jelas: untuk saat ini, akan sangat sulit melihat Batman dan Superman berbagi layar. Dunia yang gelap dan dunia yang terang tampaknya tetap berjalan di jalur yang berbeda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
olivia-hartono

Reporter Sepak Bola. Fokus pada Liga 1, Timnas, dan sepak bola Asia Tenggara.

Comments (0)

User